Aktivitas memasak di rumah memang menyenangkan, tetapi aroma asap, minyak, dan bau makanan yang menempel sering kali jadi masalah tersendiri. Di sinilah cooker hood berperan penting.
Sayangnya, masih banyak orang yang memiliki cooker hood, tetapi belum mengaturnya dengan benar sehingga fungsinya kurang optimal.
Agar dapur tetap bersih, sehat, dan bebas bau, yuk pahami lebih dalam apa itu cooker hood, cara kerjanya, hingga tips mengatur dan memasangnya dengan tepat!
Apa Itu Cooker Hood?

Bagi Anda yang masih bertanya-tanya, cooker hood adalah perangkat dapur yang dipasang di atas kompor dan berfungsi untuk menyedot asap, uap panas, serta bau masakan.
Alat ini membantu menjaga kualitas udara di dapur sekaligus mencegah dinding dan plafon cepat kotor akibat residu minyak.
Dengan penggunaan yang tepat, cooker hood tidak hanya soal kenyamanan, tetapi juga berkontribusi pada kebersihan dan kesehatan penghuni rumah.
Baca Juga: Jenis Batu Alam Dinding Rumah yang Bikin Tampilan Makin Elegan
Fungsi Cooker Hood untuk Dapur Rumah
Tidak sedikit yang menganggap cooker hood hanya sebagai pelengkap dapur modern. Padahal, fungsi cooker hood jauh lebih penting, di antaranya:
- Menghisap asap dan bau masakan agar tidak menyebar ke seluruh rumah
- Mengurangi penumpukan minyak di dinding, kabinet, dan plafon dapur
- Menjaga sirkulasi udara tetap segar saat memasak
- Membantu dapur tetap terlihat bersih dan rapi
- Mendukung kesehatan dengan mengurangi paparan polusi udara dalam ruangan
Inilah alasan mengapa cooker hood menjadi elemen wajib, terutama pada dapur tertutup atau dapur minimalis modern.
Bagaimana Cara Kerja Cooker Hood?
Sebelum memasang dan mengatur penggunaannya, penting untuk memahami cara kerja cooker hood agar fungsinya benar-benar optimal.
Pada dasarnya, cooker hood adalah alat penyedot udara yang bekerja dengan menghisap asap, uap panas, bau masakan, serta partikel minyak yang muncul saat memasak. Udara tersebut kemudian diproses melalui dua sistem utama, yaitu venting dan recirculation.
1. Sistem Venting (Ducting ke Luar Ruangan)
Pada sistem ini, cooker hood menyedot udara kotor dari area kompor, lalu menyalurkannya keluar rumah melalui saluran pembuangan atau ducting. Udara yang dihisap akan melewati filter minyak terlebih dahulu sebelum dibuang ke luar.
Sistem venting sangat efektif untuk menghilangkan bau menyengat dan asap masakan karena udara tidak dikembalikan ke dalam ruangan. Oleh karena itu, sistem ini cocok digunakan pada dapur yang memiliki ventilasi memadai atau jalur pembuangan langsung ke luar bangunan.
Keunggulan sistem venting:
- Bau masakan benar-benar terbuang keluar
- Kualitas udara dapur lebih bersih dan segar
- Lebih optimal untuk dapur yang sering digunakan memasak berat
2. Sistem Recirculation (Sirkulasi Ulang Udara)
Berbeda dengan venting, sistem recirculation bekerja dengan menyedot udara kotor, menyaringnya menggunakan filter karbon atau arang aktif, lalu mengalirkannya kembali ke dapur. Sistem ini biasanya dipilih pada hunian yang tidak memungkinkan pemasangan saluran pembuangan ke luar.
Meski udara tidak dibuang keluar, fungsi cooker hood tetap berjalan dengan menyaring bau dan partikel minyak. Namun, performanya sangat bergantung pada kondisi filter. Oleh karena itu, pembersihan dan penggantian filter harus dilakukan secara rutin.
Keunggulan sistem recirculation:
- Lebih fleksibel untuk dapur tanpa ventilasi
- Instalasi lebih praktis
- Cocok untuk apartemen atau rumah minimalis
Baca Juga: Rekomendasi Motif Railing Tangga yang Aesthetic untuk Hunian Modern
Cara Mengatur Cooker Hood Agar Lebih Optimal
Cooker hood tidak akan bekerja maksimal kalau pengaturannya kurang tepat. Supaya fungsinya benar-benar terasa, ada beberapa aspek penting yang sebaiknya diperhatikan sejak awal.
1. Samakan Skala Cooker Hood dengan Luas Dapur
Ukuran dapur sangat memengaruhi efektivitas hisapan.
- Dapur kecil umumnya cukup menggunakan cooker hood lebar ± 60 cm, asalkan lebarnya setara atau sedikit melebihi kompor.
- Dapur besar membutuhkan cooker hood 70 – 90 cm atau lebih agar asap dan bau tidak menyebar ke seluruh ruangan.
2. Sesuaikan Tipe Cooker Hood dengan Layout Dapur
Setiap tata letak dapur punya kebutuhan berbeda.
- Cooker hood dinding jadi pilihan paling aman dan fleksibel untuk berbagai ukuran dapur.
- Cooker hood island ideal untuk kompor di tengah ruangan, namun perlu ukuran dan daya hisap yang lebih besar.
- Cooker hood terintegrasi cocok untuk dapur minimalis karena tersembunyi di kabinet, tapi tetap wajib disesuaikan dengan kapasitas hisapnya.
3. Pastikan Daya Hisap Sesuai Kapasitas Ruangan
Daya hisap (airflow) menentukan seberapa cepat udara kotor tersedot.
- Dapur kecil: minimal mampu menyedot udara 10 kali volume dapur per jam.
- Dapur besar: disarankan 12 – 15 kali volume dapur per jam.
Contoh:
Dapur berukuran 10 m³ idealnya memakai cooker hood dengan airflow 100 – 150 m³/jam.
4. Jaga Keseimbangan Fungsi dan Tampilan
Cooker hood sebaiknya tidak hanya kuat, tapi juga menyatu dengan konsep dapur. Pilih desain yang sesuai dengan gaya interior Anda, misalnya modern, minimalis, atau klasik sehingga tanpa harus mengorbankan performa.
5. Utamakan Kenyamanan Saat Digunakan
Selain daya hisap, perhatikan juga tingkat kebisingan dan konsumsi listrik. Model dengan suara di bawah 60 dB dan efisiensi energi yang baik akan lebih nyaman digunakan dalam jangka panjang.
Dapur Nyaman & Hunian Berkualitas di CitraLand Tallasa City Makassar
Dapur yang bersih dan bebas bau mencerminkan kualitas hunian secara keseluruhan. Tidak heran jika perumahan modern kini semakin memperhatikan desain dapur yang fungsional dan sehat, termasuk penggunaan cooker hood yang tepat.
Konsep hunian seperti CitraLand Tallasa City Makassar menghadirkan desain rumah modern yang mendukung kenyamanan aktivitas sehari-hari, termasuk area dapur yang tertata rapi dan memiliki sirkulasi udara optimal. Dengan pengaturan dapur yang baik, kualitas hidup di rumah pun ikut meningkat!


